← Semua riset Asosiasi & Registri Petani Organik Bali

Paparan Pestisida dan Risiko Hipertensi pada Pekerja Pertanian Indonesia: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) 31 Jul 2026, 17:28

Pekerja pertanian yang terpapar pestisida berisiko tinggi terkena hipertensi, yang dikenal sebagai penyebab penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Karena relevansinya dengan pertanian dan paparan pestisida, penggunaan pestisida dan hipertensi telah mendapat perhatian. Penelitian ini menyelidiki paparan pestisida dan risiko hipertensi. Diskusi: Sejalan dengan pedoman PRISMA, kami melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap studi cross-sectional yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024. Sebanyak 14 studi dari Indonesia yang berfokus pada pertanian dipilih, mewakili berbagai wilayah geografis dan metode penelitian. Analisis yang dikumpulkan menunjukkan rasio prevalensi (PR) sebesar 1,64 (95% CI: 1,35–1,99), yang menunjukkan bahwa petani yang terpapar pestisida memiliki risiko hipertensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar pestisida. Paparan jangka panjang, dosis pestisida yang lebih tinggi yang mengandung bahan aktif dari pestisida yang umum digunakan, seperti klorpirifos dan profenofos, seringnya penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak tepat, usia, merokok, dan stres terkait pekerjaan semuanya meningkatkan risiko. Pestisida dapat mempengaruhi pengendalian kardiovaskular melalui stres oksidatif, gangguan neuroendokrin, dan gangguan endokrin, menurut laporan global. Kesimpulan: Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini menggarisbawahi besarnya risiko kesehatan lingkungan yang ditimbulkan oleh paparan pestisida, khususnya kontribusinya terhadap hipertensi di kalangan pekerja pertanian di Indonesia. Paparan yang terlalu lama, penggunaan APD yang tidak memadai, dan praktik keselamatan yang buruk memperburuk risiko ini. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan peraturan kesehatan lingkungan yang lebih ketat, penerapan pengelolaan hama terpadu, dan peningkatan pendidikan tentang keamanan pestisida. Langkah-langkah ini penting untuk melindungi pekerja pertanian dan mengurangi risiko kesehatan terkait pestisida di masyarakat.

Baca studinya