Paparan pestisida sebagai paparan prenatal: Sebuah studi biomonitoring pada wanita hamil dari Argentina
Paparan pestisida di lingkungan dapat mengubah paparan prenatal yang berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin. Studi ini menyelidiki keberadaan pestisida dalam sampel urin wanita hamil yang tinggal di wilayah utara-tengah Santa Fe, Argentina, yang ditandai dengan aktivitas pertanian dan hortikultura yang intensif. Analisis tambahan meneliti hubungan antara populasi pedesaan dan perkotaan dalam hal faktor sosiodemografi, komplikasi terkait kehamilan, dan frekuensi deteksi pestisida dalam urin. Sebuah studi cross-sectional multisenter dilakukan, termasuk 89 wanita hamil dari daerah pedesaan (n = 51) dan perkotaan (n = 38). Sebanyak 74 pestisida dianalisis dalam sampel urin bercak tunggal menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa tandem (GC-MS/MS). Analisis deskriptif populasi dilakukan dengan menggunakan biomonitoring, sosiodemografi, gaya hidup, dan hasil kehamilan. Residu pestisida terdeteksi pada 80,9 % sampel, dengan total 39/74 senyawa yang teridentifikasi. Selain itu, 64% sampel memiliki banyak residu (median: 2,0, kisaran: 2–15). Senyawa yang paling sering terdeteksi adalah fungisida vinclozolin (44,9 %, 0,1–3,6 μg L−1), herbisida propazin (22,5 %, 0,1–0,2 μg L−1) dan insektisida triazofos (19,1 %, 0,6–12,0 μg L−1). Pola deteksi dan jumlah pestisida urin (median: 2,0) sebanding antara peserta di pedesaan dan perkotaan. Selain itu, faktor sosiodemografi dan gaya hidup tidak berbeda antara kedua populasi. Namun, peserta di pedesaan menunjukkan peningkatan prevalensi komplikasi terkait kehamilan (49% vs 19%, p=0,013). Mengenai paparan pestisida dan hasil kehamilan, jumlah residu urin (median: 4, p=0,02) dan deteksi fungisida triazol (p=0,022) secara signifikan lebih tinggi pada kehamilan dengan komplikasi pembatasan pertumbuhan intrauterin. Temuan kami menunjukkan bahwa penggunaan pestisida yang berlebihan di Argentina dapat berkontribusi terhadap paparan lingkungan dan memperlihatkan ketidakseimbangan pada populasi yang rentan. Meningkatnya prevalensi komplikasi terkait kehamilan di kalangan peserta di pedesaan menyoroti perlunya tinjauan komprehensif terhadap protokol penggunaan pestisida, batas paparan dan penilaian risiko kesehatan dalam program pertanian dan hortikultura.