Pupuk dan Kesehatan Manusia - Tinjauan Sistematis terhadap Bukti Epidemiologis
Pupuk banyak digunakan untuk menyuplai unsur hara pada tanaman sehingga meningkatkan hasil dan kesuburan tanah. Namun, dampak produksi dan penerapannya terhadap kesehatan manusia melalui paparan di tempat kerja, pemukiman, dan lingkungan masih belum jelas. Tujuan: Untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap studi epidemiologi mengenai hubungan antara paparan pupuk dan dampak kesehatan. Metode: Kami menelusuri PubMed, Scopus, dan Web of Science untuk studi kohort, kontrol kasus, cross-sectional, dan ekologi (hingga Mei 2024) terkait paparan pupuk dan laporan kesehatan manusia pada semua kelompok umur, tanpa batasan bahasa atau geografis. Data diambil untuk mengetahui karakteristik populasi dan penelitian, jenis pupuk yang digunakan, penilaian paparan, ukuran sampel, hasil dan definisinya, estimasi efek, dan karakteristik kualitas dari penelitian yang memenuhi syarat, dan data tersebut disintesis secara deskriptif. Hasil: Kami menemukan 65 publikasi yang memenuhi syarat, dengan 407 asosiasi yang didalilkan. Empat puluh enam publikasi (321 asosiasi) menilai paparan terhadap pupuk anorganik, dan sembilan belas penelitian (93 asosiasi) menilai pupuk organik. Paparan yang dinilai terkait dengan pekerjaan, tempat tinggal, dan/atau kedekatan. Hasil yang dinilai beragam, dengan tantangan harmonisasi yang cukup besar. Pupuk anorganik telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kanker dalam sejumlah kecil penelitian dengan keterbatasan metodologi dan validitas replikasi yang rendah, sedangkan pupuk organik telah dikaitkan dengan infeksi dan diare. Kesimpulan: Bukti epidemiologi menunjukkan kemungkinan hubungan antara pupuk anorganik dengan tumor organ padat dan keganasan hematologi, sedangkan pupuk organik dengan infeksi dan diare. Namun, bukti yang tersedia terbatas, dan masih terdapat heterogenitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperluas basis bukti dan meningkatkan validitas replikasi dan kekuatan hasil.